Menurut dia, kondisi tersebut membuat konsumsi LPG subsidi terus meningkat dan pada akhirnya turut membebani anggaran negara.
"Jadi ini nanti akan kita atur. Yang dimaksud dengan bersifat terbuka bahwa pada hari ini sebenarnya LPG 3 kg itu masih bisa digunakan oleh semua kelas masyarakat. Ini nanti yang akan kita lakukan pengaturan," katanya.
Berdasarkan data yang disampaikan Laode, realisasi penyaluran LPG 3 kg terus meningkat setiap tahun. Pada 2021, penyaluran tercatat sebesar 7,46 juta metrik ton (MT).
Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 7,80 juta MT pada 2022 dan 8,04 juta MT pada 2023. Sementara pada 2025, realisasi penyaluran LPG 3 kg telah mencapai 8,52 juta MT.
"Kita ketahui bahwa memang dari tahun ke tahun sesungguhnya LPG ini terus meningkat. Nah memang upaya-upaya sudah dilakukan bagaimana untuk bisa mengurangi beban dari meningkatnya konsumsi LPG ini," tutur Laode.