Sementara itu, pemeriksaan saksi menghadirkan fakta baru yang belum pernah muncul dalam persidangan sebelumnya. Salah seorang saksi yang juga merupakan terpidana dalam kasus korupsi proyek jalur rel ganda mengaku pernah menyerahkan uang sebesar Rp100 juta kepada Miftah Maulana Habiburrahman atau dikenal Gus Miftah.
Menanggapi keterangan tersebut, JPU KPK menyatakan akan melaporkan penemuan itu kepada pimpinan KPK untuk ditindaklanjuti sesuai fakta yang terungkap di persidangan.
Jaksa menegaskan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga menerima aliran dana akan dilakukan apabila didukung alat bukti yang cukup.
"Hari ini kita mendapatkan keterangan yang cukup terang benderang dari saksi terpidana dalam perkara terdahulu, dalam proyek DJKA dia kdudukannya adalah PPK. Selaku PPK yang bersangkutan terbukti menerima sejumlah uang dari pengusaha kontraktor, dari sana kita dapat informasi bahwa uang-uang itu beredar sampai jauh salah satunya kepada Gus Miftah," ucap JPU KPK, Greafik Loserte.
Di sisi lain, sidang perkara terpisah yang juga menjerat Sudewo terkait dugaan pemerasan dalam pengisian perangkat desa dijadwalkan kembali berlangsung pada Rabu (15/7/2026). Agenda sidang berikutnya, pemeriksaan saksi yang akan dihadirkan Jaksa Penuntut Umum KPK.