Forjukafi Gelar Rakernas 2025, Dorong Optimalisasi Potensi Wakaf lewat Digitalisasi

Reza Fajri
Ketua Umum Forjukafi Wahyu Muryadi. (Foto: Istimewa)

Menurut Waely, para pegiat wakaf di Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara konvensional dalam menarik para wakif atau muzakki untuk memberikan donasi.

“Karena yang terpenting adalah bagaimana menarik atensi terlebih dahulu. Ketika mereka sudah memberikan atensi, maka akan lebih mudah memberikan pemahaman tentang pentingnya wakaf, zakat, infaq, dan sedekah,” terang Waely.

Meski begitu, dia menilai kegiatan offline tetap harus berjalan paralel. Karena kegiatan offline tetap memiliki peminat yang cukup tinggi.

“SINERGI Foundation kerap membuat kegiatan offline di mana kita mengumpulkan anak-anak muda sebagai relawan, dan ini kegiatan ini cukup tinggi peminatnya,” ujar dia.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
2 hari lalu

Ade Armando Kritik Sayembara Ijazah Gibran: Upaya Hajar Keluarga Jokowi demi 2029

2 hari lalu

Pakar Sebut Gibran Telah Buktikan Pendidikan Setara SMA: Diakui di Indonesia

2 hari lalu

Nomor WA Sayembara Ijazah Gibran Diduga Diambil Alih, Roy Suryo Bongkar Penyebabnya

14 hari lalu

Kemenag soal Wakaf Saham Masjid Istiqlal Masuk Bursa Efek: Bukan IPO

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal