Indonesia akan Terlibat bila Terjadi Konflik Militer AS–Tiongkok

iNews
Amerika Serikat bersama Israel menyerang Iran, Sabtu (28/2/2026). Konflik AS-Israel vs Iran hingga kini masih memanas. (Foto: AP)

Analisis

Perang di Timur Tengah diperkirakan tidak akan berakhir dalam waktu cepat. Iran kini bersikukuh tidak akan berdamai.

Banyak pengamat memperkirakan, jika Iran benar-benar hancur, Israel serta beberapa negara di kawasan Teluk juga berpotensi mengalami kehancuran besar.

Ambisi hegemoni Amerika Serikat telah penulis sampaikan dalam tulisan sebelumnya. Perang yang meletus pada akhir Februari di Timur Tengah merupakan bagian dari ambisi hegemoni AS untuk menjadi satu-satunya kekuatan dominan di dunia.

Konflik AS vs Tiongkok

Melihat alur penggunaan kekuatan militer AS dalam agresi terhadap Venezuela dan Iran, kedua negara itu dapat dipandang sebagai ajang uji coba. Washington seolah membandingkan kemampuan alutsista militernya yang berteknologi tinggi sekaligus mengukur waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan "mission".

Kenekatan Trump ini menciptakan rasa takut di berbagai negara. Selain itu, operasi militer tersebut juga dapat menjadi tolok ukur jika AS suatu saat melakukan serangan terbatas terhadap Tiongkok tanpa menggunakan senjata nuklir.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
5 bulan lalu

Diancam Trump karena Tolak Bantu Serang Iran, Spanyol: Kami Bukan Bawahan AS

5 bulan lalu

Berusaha Masuk Selat Hormuz, 10 Kapal Tanker Dihantam Rudal Iran

5 bulan lalu

Dilaporkan Tewas dalam Serangan AS-Israel, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Muncul ke Publik

5 bulan lalu

Ngeri! Iran Ancam Hancurkan Fasilitas Nuklir Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal