"Surat peringatan pemadaman internet nasional yang mengatasnamakan kementerian kami adalah murni tindakan pemalsuan dan berita bohong atua hoaks. Tidak ada rencana pemadaman internet nasional pada 25 sampai 27 September 2026," kata Angga dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (25/9/2026).
Angga juga membantah narasi dalam dokumen palsu yang menyebut pemadaman internet terjadi akibat gangguan besar pada satelit komunikasi nasional.
Dia memastikan layanan internet, aplikasi pesan instan, sistem perbankan, ATM, jaringan seluler, fiber optik, serta aktivitas digital masyarakat tetap berjalan normal.
"Seluruh layanan internet, aplikasi pesan instan, sistem perbankan, ATM, serta aktivitas digital masyarakat dipastikan berjalan dengan normal, aman, dan lancar. Masyarakat tidak perlu khawatir," tegasnya.
Dalam dokumen palsu tersebut, masyarakat juga diminta menyiapkan uang tunai dalam jumlah cukup dan menghindari transaksi digital selama masa yang disebut sebagai pemadaman internet.