Jokowi Beri Penghargaan ke Gatot, Mahfud: Bukan Urusan Membungkam

Riezky Maulana
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menjelaskan tidak ada niat membungkam dari pemerintah dalam pemberian Bintang Mahaputera ke Gatot Nurmantyo. (Foto: Kemenko Polhukam).

JAKARTA, iNews.id - Rencana pemberian penghargaan Bintang Mahaputera oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menuai beragam reaksi dari masyarakat. Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyebutnya sebagai sesuatu yang biasa saja.

Mahfud mengatakan penghargaan Bintang Mahaputera yang diberikan Presiden bukanlah upaya membungkam Gatot yang selama ini kerap mengkritisi pemerintah. Menurutnya, penghargaan itu murni merupakan hak yang dimiliki Gatot sebagai eks Panglima TNI.

"Jadi ini rutin saja, kalau ada macam macam penilaian biasalah. Kalau Gatot Nurmantyo tidak diberi bintang, orang curiga, kalau diberi dibilang mau membungkam. Tidak ada urusan bungkam membungkan dan tidak ada urusan diskriminasi, ini haknya dia," kata Mahfud di Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Lebih lanjut Mahfud menjelaskan, tidak hanya Gatot yang nantinya mendapat penghargaan dari Presiden Jokowi. Sejumlah menteri dan kepala lembaga yang telah bertugas membantu pemerintahan akan mendapatkan hal yang sama.

"Semua anggota kabinet yang mendapat tugas di pemerintahan sampai satu periode selesai itu mendapat bintang Mahaputera Adipradana, kecuali Kapolri dan Panglima. Kapolri, Panglima, dan Kepala Staf Angkatan itu meskipun tidak satu periode, kalau pernah menjabat tetap mendapat Bintang Mahaputera," ucapnya.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
4 hari lalu

Momen Kehangatan Jokowi dan Kaesang Sapa Warga Kupang di Arena CFD

7 hari lalu

Ketua IPW Sebut Dokter Tifa Menang karena Jaksa Lalai, Ingatkan Perkara Belum Selesai

7 hari lalu

Pengacara: Jokowi akan Hadir di Sidang Dokter Tifa sebagai Warga Biasa

7 hari lalu

Ferdinand Hutahaean Curiga Dakwaan Jaksa Direkayasa agar Jokowi Tak Hadir di Sidang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal