Tangkapan layar Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Raka Dwi Novianto

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan pandemi virus corona (Covid-19) tidak menghambat upaya pemerintah melakukan reformasi struktural, membenahi regulasi dan birokrasi secara besar-besaran. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menurut dia, selama ini terkendala regulasi yang kompleks dan birokrasi yang rumit.

Jokowi menyebut, Indonesia berada pada urutan pertama dalam Global Complexity Index 2020, yang mengukur tingkat kesulitan membuka bisnis di suatu negara. Data tersebut dilansir pada Selasa, 16 Juni 2020.

"Artinya, regulasi dan birokrasi Indonesia ditempatkan sebagai paling rumit di dunia," ujarnya saat memberikan sambutan secara virtual pada peringatan hari ulang tahun ke-56 Partai Golkar, seperti disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (24/10/2020).

"Tatkala banyak negara maju mengalami kemunduran, justru saatnya bagi Indonesia untuk melakukan lompatan-lompatan kemajuan," katanya.

Menurut Jokowi, hal tersebut merupakan semangat dari berbagai kebijakan pemerintah, termasuk Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Reformasi struktural bertujuan agar UMKM berkembang pesat.

Harapannya yang sama juga berlaku untuk industri padat tenaga kerja sehingga dapat tumbuh pesat. "Kita mengganti izin usaha dengan hanya pendaftaran untuk UMKM, kita permudah pendirian PT dengan modal minimal dan tidak ada pembatasan, juga koperasi bisa didirikan hanya dengan 9 orang, sertifikasi halal bagi UMK kita gratiskan dibiayai oleh APBN," tuturnya.

"Sekali lagi, agar perekonomian rakyat segera cepat bergerak, UMKM segera tumbuh dan peluang kerja segera bertambah luas," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Partai Golkar yang bersungguh-sungguh mendukung transformasi fundamental yang sedang dilakukan saat ini.

Presiden meyakini pada 2021 akan menjadi tahun yang penuh peluang. Tahun dengan pemulihan ekonomi nasional dan global. Menurutnya, ini merupakan momen yang tepat untuk kembali bekerja mengembangkan usaha dan membuka lapangan kerja bagi jutaan pencari kerja Indonesia.

"Saya sangat optimis kita akan mampu memanfaatkan peluang tersebut. Pandemi memang menyulitkan kita tetapi juga membuka peluang kita. Dengan catatan, kita bisa lebih cepat dibandingkan negara lain dan kita lebih efisien dibandingkan bangsa lain," tuturnya.


Editor : Djibril Muhammad