Kaleidoskop 2021, Dinamika Muktamar NU, Gus Yahya Pimpin Warga Nahdliyin

Faieq Hidayat
KH Yahya Cholil Staquf terpilih sebagai Ketua Umum PBNU. (Foto Antara).

JAKARTA, iNews.id - Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) selalu menjadi perhatian publik. Pasalnya kebijakan atau kepengurusan organisasi Islam terbesar di Indonesia ini penting dalam kemajuan Tanah Air.

Dalam sejarahnya, muktamar NU pertama kali diselenggarakan di Surabaya pada pada 21 Oktober 1926. Pada tahun 1936, muktamar NU di luar Jawa pertama kali diselenggarakan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

Muktamar NU merupakan Forum permusyawaratan tertinggi NU ini untuk  mengevaluasi kinerja kepengurusan, menyusun program baru, dan memilih pengurus untuk periode selanjutnya.

Para peserta muktamar berasal dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU). Status peserta muktamar (muktamirin) terdiri dari tiga jenis yakni peserta, peninjau, dan pengamat.

Peserta memadati arena pemilihan Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-34 NU, Lampung. (Foto akun Youtube NU Online).

Tempat penyelenggaraan muktamar terkait  NU membantu umat Islam yang mengalami masalah. Misalnya muktamar di Semarang (1929) untuk me pomnyelesaikan perpecahan dalam tubuh Syarikat Islam (SI) menjadi SI putih dan SI merah didominasi kelompok komunis. 

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
2 hari lalu

KH Zulfa Mustofa Buka Suara Namanya Masuk Bursa Ketum PBNU

11 hari lalu

Golkar Ajak NU Perkuat Peran Jadi Penyeimbang: Nasihatnya Dibutuhkan Negara

20 hari lalu

Prabowo: Saya Merasa Nyaman dan Aman di Tengah Keluarga NU

1 bulan lalu

GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Masuk Struktur Termasuk Waka BP BUMN

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal