Kasus DBD Naik 3 Kali Lipat, Biaya Pengobatan Tembus Rp3 Triliun!

Muhammad Sukardi
penyakit demam berdarah. (Foto: Ilustrasi AI)

Selain menjaga lingkungan, masyarakat juga diimbau lebih proaktif berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui opsi perlindungan yang tersedia.

Lebih lanjut, Ketua Satgas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof Hartono Gunardi, Sp.A, Subsp.T.K.P.S(K), mengingatkan bahwa DBD memiliki karakteristik yang sulit diprediksi, terutama pada anak-anak.

"Seorang anak dengan gejala awal seperti demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, hingga mual atau muntah, kadang dapat mengalami perburukan cepat seperti perdarahan hebat dan syok," ujarnya.

Dia menyebut, sekitar 75 persen kasus DBD terjadi pada kelompok usia 5–44 tahun. Namun, angka kematian tertinggi justru berada pada anak usia 5–14 tahun.

Hal senada disampaikan Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht. Baginya, dengue merupakan penyakit yang berpotensi berkembang menjadi kondisi serius hingga mengancam jiwa.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Nasional
2 bulan lalu

Kasus DBD Masih Tinggi, Indonesia Catat Lebih dari 1 Juta Kasus

Health
3 bulan lalu

Vaksin Dengue Masif Diberikan ke Anak-Anak di Palembang, Aman dan Efektif Cegah DBD! 

Nasional
3 bulan lalu

Indonesia Cetak Rekor Terendah Kematian DBD

Sains
2 hari lalu

Virus Yamagata Penyebab Influenza Tak Lagi Ditemukan sejak 2020, Kok Bisa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal