Per 20 Agustus 2026, terdapat tiga NOTAM aktif yang berkaitan dengan kegiatan penanganan karhutla.
Ketiganya yakni NOTAM A3042/26 mengenai reservasi ruang udara untuk kegiatan water bombing, NOTAM B0860/26 terkait reservasi ruang udara untuk water bombing dan air patrol di Kalimantan Barat, serta NOTAM B0815/26 mengenai tidak tersedianya Taxiway Alpha di Bandar Udara Banjarmasin akibat aktivitas pesawat water bombing.
Selain itu, terdapat satu NOTAM aktif terkait penutupan bandar udara akibat kondisi asap karhutla. NOTAM C0977/26 menginformasikan penutupan sementara Bandar Udara Nabire akibat kondisi asap yang berasal dari kebakaran hutan.
"Ditjen Perhubungan Udara terus memantau kondisi operasional penerbangan di wilayah terdampak karhutla. Koordinasi dengan pemangku kepentingan juga dilakukan agar kegiatan pemadaman berjalan efektif tanpa mengabaikan keselamatan, keamanan, dan kelancaran penerbangan," ucapnya.