Dia juga menyoroti kondisi kesehatan petugas yang telah bekerja dalam operasi pemadaman karhutla. Kristomei menyebut pemeriksaan paru-paru perlu dipertimbangkan untuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terpantau.
“Kalau perlu, anak-anak 80 dironsenlah paru-parunya itu. Kasihan juga dia. Tapi satu-satu perusahaan bagus saya ini, Pak Dir Ops, free of charge, gratis untuk kerja-kerja yang di sana,” kata dia.
Usai memimpin rapat, Kristomei bersama Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani melanjutkan peninjauan udara menggunakan helikopter untuk memantau kondisi karhutla di Sumsel, khususnya Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Dalam peninjauan tersebut, kepulan asap dan titik api masih terlihat di sejumlah lokasi. Kondisi ini menjadi perhatian BNPB untuk memastikan titik kebakaran yang masih aktif segera ditangani dan operasi pemadaman berjalan efektif.