KKI Marah Besar! Dokter dan Nakes yang Komentar Sadis ke Pasien BPJS Bakal Disanksi

Niko Prayoga
Konsil Kesehatan Indonesia angkat suara soal dokter dan nakes komentar jahat ke pasien BPJS. (Foto: Niko Prayoga)

“Selain itu, Konsil Kesehatan Indonesia berkoordinasi dengan institusi pendidikan, serta fasilitas pelayanan kesehatan dan pemerintah daerah, tempat yang bersangkutan menjalankan pendidikan maupun dia bekerja, agar masing-masing dapat melakukan pembinaan sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawab,” ujarnya.

KKI juga menyampaikan keprihatinan atas komentar yang dinilai tidak berempati terhadap pasien. Menurut Syahril, unggahan di media sosial yang berpotensi merendahkan martabat pasien merupakan tindakan yang patut disesalkan dan tidak sejalan dengan nilai-nilai profesi kesehatan.

“Konsil Kesehatan Indonesia bersama organisasi profesi ini menyatakan keprihatinan atas peristiwa yang disinyalir dilakukan oleh oknum tenaga medis. Unggahan yang diduga memuat pernyataan tidak berempati atau nirempati yang berpotensi merendahkan martabat pasien merupakan hal yang patut disesalkan,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa sikap empati merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari profesionalisme tenaga medis dan tenaga kesehatan. Karena itu, penghormatan terhadap martabat pasien dan keluarganya harus tetap dijaga dalam setiap bentuk komunikasi, baik ketika memberikan pelayanan di fasilitas kesehatan maupun saat berinteraksi di media sosial.

Lebih lanjut, Syahril mengingatkan kepada seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan agar lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, setiap unggahan dan komentar akan menjadi bagian dari jejak digital yang turut mencerminkan profesionalisme seseorang.

“Pada prinsipnya, setiap tenaga medis, dokter dan dokter gigi, dan tenaga kesehatan wajib menjalankan praktek profesinya dengan menjunjung tinggi profesionalisme, etika profesi, serta nilai-nilai kemanusiaan. Penggunaan media sosial juga harus dilakukan secara bijaksana, dan bertanggung jawab dengan menghindari pernyataan yang dapat melukai pasien, keluarga pasien, dan masyarakat maupun menurunkan kepercayaan terhadap profesi,” kata Syahril.

KKI berharap proses penelusuran yang sedang berlangsung tidak hanya memberikan kepastian terhadap kasus ini, tetapi juga menjadi momentum memperkuat budaya profesionalisme dan etika di kalangan tenaga medis maupun tenaga kesehatan agar kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan tetap terjaga.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
10 jam lalu

Viral Dokter dan Nakes Komentar Sadis ke Pasien BPJS, KKI: Merendahkan Martabat Pasien!

12 jam lalu

DPR Kecam Komentar Jahat Nakes ke Pasien BPJS: Tak Boleh Ada Diskriminasi!

23 jam lalu

KKI Selidiki Dugaan Perundungan Pasien BPJS di Media Sosial, Oknum Nakes Bisa Ditindak

1 hari lalu

Pramono Minta Dinkes DKI Awasi Nakes, Tindak Tegas jika Hina Pasien BPJS

1 hari lalu

Selamat! Irish Bella Umumkan Hamil Anak Haldy Sabri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal