KPK Kembangkan Kasus OTT Wali Kota Bekasi

Felldy Aslya Utama
menegaskan akan terus KPK mengembangkan dugaan korupsi Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi sampai tuntas. Saksikan di RCTI+ (Foto : RCTI+)

Penangkapan kepala daerah atau para pejabat bukan suatu hal yang mengagetkan publik. Karena hampir setiap bulan ada satu atau lebih pejabat yang terkena OTT. Data KPK menyebut sejak tahun 2004 hingga 2021, ada sekitar 1.921 kasus korupsi yang ditangani lembaga antirasuah ini. Dari total ribuan jumlah kasus korupsi tersebut, 150 orang tersangkanya melibatkan kepala daerah baik gubernur maupun bupati/walikota.

Data di atas menunjukkan betapa mengkhawatirkannya negara ini. Dimana, para pejabat termasuk kepala daerah sangat rentan terjerat kasus korupsi. Apa yang menyebabkan para kepala daerah rentan terjerat korupsi? Apakah kampanye antikorupsi kurang dilakukan? Apakah hukuman yang diterima para koruptor sangat rendah sehingga mereka berani korupsi? Apakah korupsi sudah menjadi budaya yang sulit dihindari? Mungkin pertanyaan-pertanyaan diatas sekaligus bisa menjadi jawaban faktor masih maraknya korupsi di negara ini.

Penangkapan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi merupakan sebuah ironi bagi pemberantasan korupsi di negara ini. Betapa tidak, sudah banyak upaya yang dilakukan baik pencegahan maupun penindakan namun korupsi tetap saja tumbuh subur bagai cendawan di musim hujan. Para petinggi KPK maupun penegak hukum lain juga sudah tidak henti-hentinya memperingatkan para kepala daerah maupun para pejabat lain untuk tidak terjerumus dalam konspirasi merampok uang rakyat.  Meski begitu, tetap saja masih banyak kepala daerah maupun pejabat negara lain yang nekat menggarong uang rakyat.

Banyak faktor yang mendasari para pejabat termasuk kepala daerah masih berani korupsi meski sudah banyak pejabat yang kariernya berakhir tragis di penjara. Salah satu faktor yang paling utama adalah ringannya hukuman yang dijatuhkan pengadilan terhadap para koruptor. Penelitian yang dilakukan Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut bahwa rata-rata hukuman para koruptor pada 2020 baik di tingkat pengadilan tipikor, pengadilan tinggi (banding) maupun Mahkamah Agung (kasasi atau Peninjauan kembali/PK)  sekitar 3 tahun penjara. Hukuman yang super ringan bagi koruptor yang telah memberikan kerusakan dahsyat bagi negara ini. Faktor lainnya mulai gaya hidup yang hedonis, ketamakan seorang pejabat, sikap masyaraat yang permisif terhadap perilaku korupsi, hingga sistem politik. 

News RCTI+ akan terus memberitakan perkembangan kasus-kasus korupsi yang kini ditangani para penegak hukum termasuk kasus OTT Wali Kota Bekasi yang dilakukan KPK. Kasus apa saja yang akan dijeratkan KPK kepada Rahmat Effendi? Berapakah nantinya vonis yang dijatuhkan hakim pada Rahmat Effendi? Apakah akan ada OTT lagi?  Semua hal-hal terkait dengan berita kasus korupsi bisa disimak di News RCTI+.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
19 jam lalu

KPK Terbitkan 2 Sprindik Baru Kasus Suap Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

20 jam lalu

KPK Ungkap Modus Korupsi Bupati Lombok Barat, Atur Proyek hingga Terima Suap

1 hari lalu

Breaking News: KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Tersangka 

1 hari lalu

KPK soal Pengembalian Mobil Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Sudah Bayar Uang Pengganti

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal