KPK Terbitkan Surat Edaran Penggunaan Data Bansos untuk Covid-19

Rizki Maulana
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri. (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay).

Berdasarkan hal tersebut, penerima bantuan pada DTKS diyakini keberadaannya berdasarkan NIK. Kedua, penggunaan DTKS merupakan perbaikan terkait ketepatan status penerima bantuan dilakukan secara berkala.

Penggunaan DTKS ini dilakukan adanya dengan bantuan pendataan oleh pemerintah daerah dan prosedur verifikasi validasi, sehingga diyakini penerima telah tepat sasaran.

Melalui SE yang ditujukan kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 baik di tingkat nasional atau daerah, serta pimpinan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah tersebut, KPK merekomendasikan lima hal. Rekomendasi ini agar pendataan dan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran.

“Pertama, kementerian atau lembaga dan pemda dapat melakukan pendataan di lapangan, namun tetap merujuk kepada DTKS,” ujar Firli.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, kata dia, bantuan tetap dapat diberikan dan data penerima bantuan baru tersebut harus dilaporkan kepada dinas sosial atau Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin) Kementerian Sosial dan selanjutnya diusulkan masuk ke dalam DTKS sesuai peraturan yang berlaku.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
6 jam lalu

KPK Terbitkan Sprindik Umum Kasus Pita Cukai Djarum, Kerugian Negara Ditaksir Triliunan Rupiah

17 jam lalu

KPK Usut Dugaan Gratifikasi di Pemkot Bengkulu, Panggil Anggota DPRD Vina Ledy

20 jam lalu

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Hadapi Sidang Dakwaan Kasus Pemerasan WNA Hari Ini

22 jam lalu

KPK Usut Dugaan Oknum BNPB Dapat Imbal Balik Proyek dari Vendor

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal