KPU Ubah Format Debat Cawapres, Pengamat: Terlalu Gamblang Berpihak ke Salah Satu Calon

Yohannes Tobing
Pakar Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio soal KPU ubah format debat cawapres. (Foto: Ist)

"Kalau menurut saya, inilah saatnya rakyat menggaungkan tagar SOS demokrasi. Kenapa demikian? karena bila penyelenggara kompetisi tidak bisa mendiskualifikasi, maka rakyat lah yang bisa mendiskualifikasi," katanya. 

"Saya terus terang, walaupun masih menyisahkan kepercayaan kepada KPU, tapi ini terlalu gamblang dan kasat mata dipersepsikan berpihak kepada salah satu peserta," ucapnya lagi. 

Hensat menuturkan, jika seperti ini, pemilu kecil kemungkinan akan menghasilkan ataupun mendapatkan sosok pemimpin yang memang bisa membawa Indonesia lebih baik ataupun yang diinginkan oleh masyarakat keseluruhan. 

"Karena semuanya hanya skenario belaka, memanfaatkan kekuasaan untuk melanjutkan program-program penguasa sebelumnya. Saatnya rakyat mendiskualifikasi dan menyediakan pikirannya hanya untuk dua pasangan calon," katanya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
1 hari lalu

AHY Kecam Keras Penyadapan Prabowo: Ancaman Serius bagi Kehidupan Politik dan Demokrasi!

24 jam lalu

Pramono Ingatkan ASN DKI Bijak Gunakan Medsos, Minta Tak Asal Posting Isu Terkini

1 hari lalu

31 Warga Diajak Rancang Sistem Pemilu Lewat Majelis Publik, Rekomendasi Diteruskan ke DPR

2 hari lalu

Subhan Palal Beberkan Alasan Gugat Suket Ijazah Gibran, Soroti Riwayat Pendidikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal