"Proyeksi dari Gubernur BI Destry Damayanti yang menargetkan rupiah berada di kisaran Rp17.300 hingga Rp17.800 per dolar AS serta pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen pada 2027 mencerminkan keyakinan atas kesehatan neraca pembayaran dan kecukupan cadangan devisa Indonesia ke depan," kata Ibrahim.
Merujuk arah pasar valuta asing dalam jangka pendek, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan berada dalam tekanan akibat kuatnya sentimen eksternal dan dinamika inflasi bahan makanan. Pelaku pasar cenderung bersikap antisipatif terhadap rilis data ketenagakerjaan AS dan arah kebijakan suku bunga The Fed.
Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah di rentang Rp17.760-Rp17.800 per dolar AS.