"Bersama-sama, kami semakin memperkuat kemitraan strategis yang menghubungkan Indonesia dan Prancis di berbagai bidang, serta keselarasan pandangan kami mengenai isu-isu global dan internasional yang Prancis bertekad untuk dorong dalam kerangka kepresidenannya di G7," lanjutnya.
Penggunaan bahasa Indonesia oleh Macron dinilai sebagai bentuk penghormatan, kedekatan diplomatik, sekaligus strategi soft diplomacy yang memperkuat hubungan emosional antarpemimpin dan masyarakat kedua negara.
Sebelumnya, Presiden Prabowo tiba di Istana Élysée pada Jumat (23/1/2026) malam dan disambut langsung oleh Macron dengan prosesi kenegaraan yang khidmat. Keduanya tampak berjabat tangan erat dan berpelukan hangat sebelum memasuki istana untuk menghadiri jamuan makan malam.