JAKARTA, iNews.id – Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Azis Subekti mendesak penegakan hukum terhadap praktik manipulasi informasi dan perdagangan saham yang berpotensi merugikan masyarakat. Desakan tersebut dilayangkan usai Morgan Stanley Capital International (MSCI) menyorot transparansi kepemilikan saham dan dugaan perdagangan terkoordinasi di pasar modal Indonesia.
Azis menegaskan, pasar modal harus menjadi tempat yang aman secara tata kelola bagi masyarakat untuk berinvestasi, bukan arena bagi pihak tertentu memperoleh keuntungan melalui rekayasa informasi dan transaksi.
“Kesan pasar bursa sebagai tempat ‘menggoreng saham’ tidak akan hilang hanya karena memberikan bantahan terhadap kegelisahan. Masyarakat ingin melihat bahwa pihak yang melanggar diperiksa, kepentingan yang disembunyikan dibuka, dan aturan tetap berlaku meskipun pelakunya memiliki modal besar,” kata Azis, Senin (19/10/2026).
Menurut Azis, pergerakan harga saham yang wajar merupakan bagian dari risiko investasi. Namun, masyarakat tidak seharusnya menanggung kerugian akibat informasi palsu, transaksi semu, ataupun praktik yang sengaja dirancang untuk mempermainkan harga.
Dia mengingatkan, perkembangan teknologi komunikasi membuat informasi menyesatkan semakin mudah tersebar dan memengaruhi keputusan investor.