Kedelapan, Muhammadiyah menginstruksikan seluruh pimpinan di berbagai tingkatan, 'Aisyiyah, organisasi otonom, Majelis Lingkungan Hidup, Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), serta amal usaha terkait untuk memperkuat pelayanan kesehatan, bantuan kemanusiaan, pendidikan lingkungan, pendampingan masyarakat, dan advokasi bagi warga terdampak.
Perguruan tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah juga didorong berkontribusi melalui kajian dan pengabdian kepada masyarakat. Seluruh upaya tersebut diharapkan berjalan terkoordinasi dan menjangkau warga yang membutuhkan.
Kesembilan, Muhammadiyah menegaskan karhutla tidak boleh dianggap sebagai bencana tahunan yang terus membebani masyarakat. Kesungguhan pemerintah, aparat, dan dunia usaha harus dibuktikan melalui tindakan nyata untuk melindungi warga, menindak pelanggaran, memulihkan kerusakan, serta mencegah kebakaran berulang.
"Muhammadiyah siap bekerja sama dengan seluruh elemen bangsa dalam menjaga kehidupan dan mewujudkan pengelolaan kekayaan alam yang adil serta berkelanjutan," demikian pernyataan PP Muhammadiyah.