"Yang mau disampaikan adalah bagaimana anak-anak muda hari ini semoga bisa mendapatkan semangat Sumpah Pemuda seperti yang dilaksanakan oleh para pendahulu kita pada tahun 1928, di mana belum ada sosial media, belum ada teknologi, belum ada kemajuan apa-apa, bahkan kita belum merdeka tapi mereka bisa berkumpul di seluruh Indonesia," katanya.
Dia menilai kemajuan teknologi dan berbagai fasilitas yang dinikmati generasi muda saat ini semestinya menjadi peluang untuk menghasilkan lebih banyak hal positif.
"Idealnya kita bisa berbuat lebih banyak, dan tujuannya satu kita bisa mengambil semangat para pemuda di tahun 1928 agar juga bisa menjadi hal yang baik untuk diambil oleh para pemuda hari ini," ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDIPHasto Kristiyanto mengatakan peringatan Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan anak muda. Dia menyebut PDIP ingin menyediakan ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan ide, gagasan, dan aspirasi.
"Dan hari ini kita gelorakan kembali spiritnya dari Museum Sumpah Pemuda ini, dan dari sinilah seluruh ide, gagasan, spirit, dan perjuangan anak-anak muda mendapat ruang yang sebesar-besarnya di PDI Perjuangan," kata Hasto.
Hasto juga menyampaikan pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar generasi muda menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta menggunakannya untuk kepentingan kemanusiaan.
"Anak-anak muda, pesan dari Ibu Megawati Soekarnoputri, harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta bagaimana mempraktikkannya bagi kemanusiaan, dan mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin dalam bidang politik, ekonomi, kebudayaan, dan yang terpenting membangun karakter agar menampilkan Indonesia yang berpihak kepada mereka yang masih tertindas, yang diperlakukan tidak adil," ujar Hasto.