Berdasarkan jenis kelamin, laki-laki mendominasi outstanding bermasalah dengan porsi 54,22 persen.
Menanggapi kondisi tersebut, OJK terus mencermati pergerakan kualitas pembiayaan berdasarkan profil debitur. OJK juga mendorong penyelenggara pindar memperkuat credit scoring dan menerapkan manajemen risiko secara ketat.
Secara industri, outstanding pembiayaan pindar pada Juli 2026 tercatat Rp105,63 triliun atau tumbuh 24,76 persen secara tahunan. Tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 berada di level 4,32 persen.