Pengamat Soroti Kasus Korupsi Bupati Langkat, Sebut Anggaran Pendidikan Rawan Diselewengkan

Tim iNews.id
Pengamat mendesak KPK usut tuntas korupsi Bupati Langkat, Syah Afandin pada dana pendidikan. (Foto: Pemkab Langkat)

JAKARTA, iNews.id - Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menilai kasus korupsi proyek pengadaan seragam sekolah yang menyeret Bupati nonaktif Langkat Syah Afandin menjadi bukti sektor pendidikan masih rentan dikorupsi. Pihaknya menilai anggaran pendidikan seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas belajar.

Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji mendesak agar setiap kerugian negara akibat dugaan korupsi tersebut harus dipulihkan dan dikembalikan untuk kepentingan dunia pendidikan.

"Anggaran pendidikan masih menjadi ladang empuk korupsi bagi elite daerah. Mengapa? Karena anggarannya besar, paket pengadaannya banyak, pengawasannya lemah, dan relasi kuasa kepala daerah terhadap dinas, kepala sekolah, serta penyedia barang/jasa sangat dominan," kata Ubaid kepada wartawan, Minggu (5/7/2026).

"Ketika pendidikan dikelola seperti proyek politik, maka sekolah berubah menjadi mesin rente," sambung dia.

Tak hanya proyek pengadaan, Ubaid juga menyoroti dugaan praktik jual beli jabatan kepala sekolah dalam perkara tersebut. Menurutnya, jika kepala sekolah dipilih berdasarkan setoran, bukan kompetensi dan integritas, maka dampaknya akan langsung dirasakan terhadap kualitas pendidikan.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
20 jam lalu

Nadiem Makarim Singgung Kriminalisasi, Optimistis Hadapi Sidang Banding usai Reformasi Kejagung

2 hari lalu

KPK Periksa 3 Tersangka Kasus Korupsi Digitalisasi SPBU, Apa yang Didalami?

3 hari lalu

Heboh Mal Pasang Pagar Tinggi, Pengamat Ingatkan Pemerintah Antisipasi Potensi Gangguan Kamtibmas

7 hari lalu

Marak OTT Kepala Daerah, Mendagri Tito Gandeng KPK Keliling ke 10 Wilayah 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal