Budi menambahkan, hasil pemeriksaan jasad Sutrimo akan disampaikan dokter forensik. Menurutnya, tim dokter memiliki kompetensi untuk menjelaskan hasil pemeriksaan secara medis dan ilmiah.
“Kami juga berharap nanti setelah hasil lab, tim dokter forensik yang akan menyampaikan, mereka-mereka yang expert di bidangnya masing-masing,” tutur Budi.
Diketahui, Sutrimo disebut merupakan kepala rumah tangga Febrie Adriansyah. Sutrimo ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mulut berbusa di depan Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026).
Hingga kini, penyebab kematian Sutrimo (42) belum dapat dipastikan. Tim forensik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap puluhan sampel yang diambil dalam proses ekshumasi dan autopsi.
Dia menjelaskan, pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian berdasarkan bukti medis dan ilmiah. Pemeriksaan tersebut meliputi histopatologi, toksikologi, dan DNA.