Pada pukul 22.26 WIB, mobil Innova tiba di sebuah ruko di Jeunieb. Sementara itu, mobil Fortuner baru tiba di lokasi yang sama pada pukul 03.01 WIB.
Pada 18 Oktober 2026, mobil Fortuner bergerak menuju Medan. Berdasarkan informasi dari National Narcotics Control Centre (NNCC), LJ kemudian menghubungi atasannya di China berinisial LX dan rekannya berinisial LQ untuk melaporkan bahwa proses produksi sabu telah dimulai.
Sehari kemudian, Senin (19/10/2026) pukul 21.51 WIB, rombongan Fortuner memindahkan koper dan kotak ke mobil Honda Jazz putih yang digunakan untuk menerima logistik.
Pada pukul 22.23 WIB, NNCC kembali memberikan informasi kepada tim gabungan. Atasan LJ berinisial LX disebut menginstruksikan agar produksi dan pengemasan sabu dipercepat sehingga barang dapat segera dikirim.
"Mengetahui sebagian barang bukti mulai didistribusikan keluar dari laboratorium, tim memutuskan untuk segera mengunci lokasi dan melakukan penangkapan. Pada hari Rabu, 21 Oktober 2026 dini hari, tim melakukan konsolidasi di daerah Pidie untuk menggabungkan hasil analisis informasi dan pemantauan lapangan guna menentukan cara bertindak dengan pembagian tim yang solid," kata Suyudi.