Prabowo Ultimatum Korporasi Pelaku Karhutla: Kita Cabut Itu Semua Izinnya, Tidak Ada Ampun

Binti Mufarida
Presiden Prabowo Subianto Rapat Terbatas (Ratas) yang membahas perkembangan penanganan karhutla, gempa NTT, kecelakaan Kapal Virgo, dan kasus hilang kontak jurnalis di Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/8/2026). (Foto: BPMI Setpres)

"Kapolri saya minta all out. Saya minta kerahkan instansi yang di bawah kalian. Selidiki sedalam-dalamnya dan kita tindak," tutur dia.

Di kesempatan yang sama, Prabowo kembali menegaskan larangan membakar hutan dan lahan dengan alasan apa pun, termasuk atas nama kearifan lokal.

Dia juga mengingatkan para kepala daerah agar tidak melanggengkan pembukaan lahan dengan metode pembakaran. Menurutnya, pemerintah pusat siap membantu pembukaan lahan jika dibutuhkan, tetapi praktik pembakaran tetap tidak boleh dilakukan.

"Saya kira itu alasan, saya sudah katakan, kalau rakyat butuh, kita akan bantu buka lahan. Tapi ini harusnya benar-benar tidak boleh berlanjut. Tidak boleh ada lagi kebakaran hutan untuk buka lahan atau alasan apa pun," kata Prabowo.

"Kita enggak bisa lagi, enggak bisa lagi toleransi soal ini," pungkasnya.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
27 hari lalu

Prabowo Pimpin Rapat Paripurna Dewan Energi Nasional di Istana, Bahas Apa?

27 hari lalu

Kepala Bappisus Sampaikan Pesan Prabowo ke Pejabat: Bersihkan Diri sebelum Dibersihkan Negara

27 hari lalu

Prabowo Bicara soal Aktor di Balik Massa Anarkistis: Koruptor hingga Mafia Narkoba

27 hari lalu

Prabowo Ungkap Prioritas Utama dalam Pemerintahannya: Pangan dan BBM

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal