Saksi: Emirsyah Satar Khawatir Dipanggil KPK Jika Beli Pesawat Mahal

Antara
Sidang keterangan saksi untuk terdakwa Emirsyah Satar dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat Garuda Indonesia di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/2/2020). (Foto: Antara)

"Betul, Pak Emirsyah menyampaikan kita semua tahu harga aktual pesawat Embraer lebih mahal dari CJR, tapi kenapa itu yang diusulkan tim," ucap Puji.

Puji bersaksi untuk dua terdakwa yaitu Direktur Utama PT Garuda Indonesia 2005-2014 Emirsyah Satar dan pemilik PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo. Emirsyah dan Soetikno. Keduanya didakwa melakukan suap menyuap melibatkan jumlah uang mencapai Rp46,3 miliar dari Airbus, ATR, dan Bombardier Canada. Keduanya juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang.

Puji adalah anggota tim pemilihan pesawat pesawat sub 100-Seater dengan dua pabrikan yang dianggap sesuai yaitu Bombardier dari Canada untuk tipe CRJ1.000NG dan Embraer dari Brazil untuk tipe E-190. Soetikno disebut berupaya memenangkan CRJ1.000NG dari Bombardier.

Tim Pemilihan menyampaikan Embraer E-190 lebih baik dari Bombardier CRJ1.000NG dengan hasil 56 persen banding 44 persen. Emirsyah lalu meminta tim pemilihan mengkaji lebih dalam menggunakan pendekatan route result (RR) dan nett present value (NPV) yang disediakan oleh Bombardier sehingga tim pun memilih Bombardier CRJ1.000NG untuk menjadi pesawat GA Sub-100 seaters fleet.

"Kami disuruh memperdalam lagi kajian berdasarkan asumsi dari dua pabrikan tersebut untuk dibuat menjadi konservatif. Tapi faktual data yang disampaikan memang apa adanya," kata Puji.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
Nasional
17 hari lalu

Nadiem Ungkap Kondisi Kesehatannya Menurun di Sidang Kasus Korupsi Chromebook

Nasional
20 hari lalu

Eks Sekjen Kemendikbudristek Kena Demosi oleh Nadiem, Tak Ada Salah

Nasional
26 hari lalu

Advokat Junaedi Saibih Menangis di Sidang Kasus CPO: Saya Bukan Kriminal

Nasional
27 hari lalu

Komisaris hingga Co-Founder Gojek Bersaksi di Sidang Nadiem Makarim Hari Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal