Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka penerima suap, sementara Rijatono ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Lukas diduga menerima suap miliaran rupiah dari Rijatono sebagai imbalan karena perusahaan Rijatono memenangkan sejumlah proyek pembangunan di Papua.
Terdapat tiga proyek bernilai miliaran rupiah di Papua yang dimenangkan oleh perusahaan Rijatono Lakka untuk dikerjakan.
Ketiga proyek tersebut adalah proyek peningkatan jalan Entrop-Hamadi dengan nilai proyek Rp14,8 miliar, proyek rehab sarana dan prasarana penunjang PAUD Integrasi dengan nilai proyek Rp13,3 miliar, dan proyek penataan lingkungan venue menembak outdoor AURI dengan nilai proyek Rp12,9 miliar.
KPK juga menduga bahwa Lukas Enembe menerima gratifikasi lain yang terkait dengan jabatannya dengan total sebesar Rp46,8 miliar. Oleh karena itu, KPK mengembangkan penyelidikan terkait dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam kasus ini. Saat ini, KPK masih menyelidiki kasus pencucian uang yang melibatkan Lukas Enembe.