JAKARTA, iNews.id - Sawit selama ini identik dengan minyak goreng. Namun, komoditas perkebunan tersebut ternyata dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, mulai dari bahan dalam produk cokelat hingga malam berbasis sawit untuk membatik.
Potensi ini diperkenalkan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam Jogja International Food & Horeca Expo (JIFHEX) 2026 yang digelar pada 28-30 Agustus 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.
Analis Kerja Sama Kelembagaan BPDP Muhammad Farouq menjelaskan, keikutsertaan BPDP dalam JIFHEX 2026 menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan peran dan program BPDP kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih interaktif.
“Melalui JIFHEX 2026, kami ingin memperkenalkan lebih luas peran BPDP sekaligus menunjukkan berbagai potensi yang dapat dikembangkan dari komoditas perkebunan. Sawit, kelapa, dan kakao tidak hanya memiliki nilai sebagai komoditas, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah melalui inovasi dan kreativitas,” ujar Farouq dalam keterangannya dikutip, Selasa (1/9/2026).
Salah satu inovasi diperkenalkan UMKM Afa Cokelat dari Jember. UMKM tersebut menghadirkan beragam produk olahan kakao dengan memanfaatkan minyak kelapa sawit dan lemak kakao.
Produk Afa Cokelat memiliki kandungan kakao yang bervariasi, mulai dari 35 hingga 100 persen. Produk yang ditampilkan antara lain chocolate bar, praline, chocolate character, lolipop, camilan cokelat sehat, bubuk cokelat, hingga cokelat berbentuk cerutu.
Tidak hanya itu, Afa Cokelat juga mengembangkan produk dengan tampilan tiga dimensi (3D) yang membutuhkan keterampilan dan ketelitian dalam proses pembuatannya.
Inovasi tersebut menunjukkan bagaimana kakao dan minyak sawit dapat dikembangkan menjadi produk pangan bernilai tambah sekaligus memiliki daya tarik visual.