Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin saat menjalani persidangan perkara suap Lampung Tengah, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (20/12/2021). (Foto: Arie Dwi Satrio).
Antara

JAKARTA, iNews.id - Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin kecewa dengan mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. Azis kecewa Robin telah menyeretnya menjadi terdakwa perkara dugaan pemberian suap.

Pernyataan itu disampaikan oleh Azis saat menjalani persidangan perkara suap di Lampung Tengah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (20/12/2021).

"Pertama saya kecewa karena dengan permasalahan ini saya ada di posisi ini, saya jadi terdakwa," ujar Azis.

Azis menjadi terdakwa dugaan pemberian suap senilai Rp3,099 miliar dan 36.000 dolar AS sehingga totalnya Rp3,619 miliar kepada Stepanus Robin Pattuju dan advokat Maskur Husain terkait pengurusan penyelidikan KPK di Lampung Tengah.

"Hanya permohonan maaf kepada terdakwa sehingga terdakwa terjerat permasalah ini," ucap Robin yang menjadi saksi dalam perkara tersebut.

Sebelumnya Robin menyebut tidak mendapatkan suap dari Azis Syamsuddin tetapi hanya meminjam uang sebesar Rp200 juta.

"Pada saat ini, saudara saksi 'kan minjam uang saya, saya sebagai terdakwa, kemudian saya sudah pernah tagih kepada saksi dua kali, dan saudara saksi belok kiri belok kanan. Apa saudara saksi punya ingat untuk mengembalikan uang?" tanya Azis kepada Robin.

Pertanyaan itu dijawab Robin dengan singkat dan jelas. "Masih ingat," jawab Robin.

Azis kemudian melanjutkan pertanyaannya kepada Robin. "Dari kemampuan saudara, saksi akan kembalikan yang ini?" tanya Azis.

"Saya sudah bicara dengan keluarga. Nanti keluarga akan mengecek," jawab Robin.

Pengakuan Robin di persidangan tentang meminjam Rp200 juta dari Azis berbeda dengan dakwaan Azis Syamsuddin yang disebut meminta bantuan Stepanus Robin untuk mengurus kasus yang melibatkan Azis Syamsuddin serta kader Golkar lain bernama Aliza Gunado terkait dengan penyelidikan KPK mengenai Dana Alokasi Khusus (DAK) Lampung Tengah.

Robin lalu menerima uang muka Rp100 juta dan Maskur Husain menerima sejumlah Rp200 juta melalui transfer rekening milik Azis Syamsudin pada 3 dan 5 Agustus 2020, sejumlah 100.000 dolar AS pada 5 Agustus 2020 dan pada bulan Agustus 2020 sampai dengan Maret 2021 sejumlah 171.900 dolar Singapura.

Uang tersebut sebagian ditukarkan ke mata uang rupiah sehingga total uang diterima Robin dan Markur sebesar Rp3.099.887.000,00 dan 36.000 dolar AS. Selanjutnya uang dibagi-bagi sehingga Robin memperoleh Rp799.887.000,00, sedangkan Maskur Husain memperoleh Rp2,3 miliar dan 36.000 dolar AS.


Editor : Kurnia Illahi

BERITA TERKAIT