GIAMM Ungkap BYD dan VinFast Belum Capai Kesepakatan dengan Industri Komponen Indonesia

Muhamad Fadli Ramadan
Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) mengungkapkan sejumlah industri komponen belum mencapai kesepakatan dengan BYD dan VinFast.

Rachmat mengungkapkan, industri di China menawarkan termin pembayaran dalam jangka waktu yang cukup panjang. Sementara di Indonesia harus di bayar satu sampai tiga bulan agar produksi tetap berjalan.

"Kalau di China, term of payment-nya rada lama, sementara supplier-supplier kita itu sudah kebiasaan dengan industri eksisting. Term of payment-nya kan sebulan gitu, kalau lebih lama kan dia jadi nanggung cost-nya. Mungkin belum deal," katanya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Aksesoris
1 hari lalu

Hyundai Bakal Bangun 30.000 Robot Humanoid Atlas Bekerja di Pabrik Komponen Otomotif

Mobil
7 hari lalu

Lewat GJAW 2025, BYD Kian Aktif Dukung Industri Otomotif Nasional

Mobil
9 hari lalu

Investasi Rp230 Triliun, BYD Kerahkan 5.000 Tenaga Ahli Kembangkan Mobil Pintar

Mobil
11 hari lalu

Targetkan Penjualan Mobil 3,46 Juta Unit di 2026, Geely Dekati BYD

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal