Besarnya kemampuan infrastruktur tersebut menjadi investasi untuk kebutuhan kendaraan listrik masa depan. Sebab, kendaraan Geely yang beredar saat ini belum dapat memanfaatkan kapasitas penuh pengisi daya berdaya hingga 1.500 kW.
Lynk & Co 10 menjadi salah satu gambaran kemampuan pengisian daya yang sedang dikembangkan. Dalam pengujian di stasiun pengisian cepat bermerek Zeekr, sedan tersebut disebut mampu mencapai daya puncak hingga 1.100 kW.
Angka tersebut berbeda saat Lynk & Co 10 melakukan pengisian di stasiun pengisian cepat BYD. Daya pengisian puncak yang dicapai mobil tersebut hanya sekitar 430 kW.
Perbedaan itu menunjukkan kemampuan sebuah kendaraan tidak hanya ditentukan oleh kapasitas stasiun pengisian. Arsitektur kelistrikan kendaraan, baterai, sistem manajemen daya, serta kompatibilitas antara mobil dan pengisi daya turut menentukan seberapa besar daya yang dapat diterima.
Melalui pengembangan arsitektur 1.000V, Geely berpeluang meningkatkan kemampuan pengisian kendaraan listriknya hingga mendekati kapasitas 1.500 kW. Jika teknologi tersebut berhasil diterapkan secara optimal, waktu pengisian 10 persen hingga 80 persen dapat dipangkas lebih jauh dari 5,5 menit.
Teknologi pengisian ultra-cepat ini sekaligus menjadi bagian dari persaingan produsen kendaraan listrik China dalam menghadirkan solusi pengisian baterai yang semakin singkat. Geely pun berupaya mengejar teknologi pengisian cepat yang dikembangkan BYD.
Jika target tersebut terealisasi, pengisian kendaraan listrik tidak lagi membutuhkan waktu puluhan menit untuk penggunaan harian. Kondisi ini dapat menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus mendorong adopsi mobil listrik secara lebih luas.