Motor Konversi Dapat Subsidi Rp10 Juta tapi Sepi Peminat, Ini Permasalahannya

Muhamad Fadli Ramadan
AISI mengungkapkan saat ini masyarakat yang melakukan konversi motor merupakan pehobi bukan pengguna harian. (Foto: iNews.id)

“Mungkin ya, saya hanya memandang dari sisi masyarakat sendiri ‘oh mesinnya nanti di-scrap (dihancurkan)’ di situ masih ada. Biayanya masih mahal menurut saya meskipun sudah diinsentifkan tapi prosesnya tidak mudah,” kata Hari.

Faktor lain adalah infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia belum memadai seperti kendaraan konvensional. Masyarakat masih meragukan daya tempuh dan waktu pengisian baterai yang cukup lama.

“Tempatnya terbatas. Problemnya sama persis dengan EV yang baru. Adoption-nya harus bisa memberikan itu tadi, bisa dipakai kapan saja dan kemana saja,” ucap Hari.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
18 jam lalu

Masyarakat Antusias Naik Motor Polisi Militer di Monas usai Kawal Kirab Bendera Pusaka HUT RI Ke-81

21 jam lalu

45 Motor Listrik Kawal Kirab Paskibraka, 15 Polisi Militer Wanita di Baris Terdepan

3 hari lalu

Motor Listrik Bakal Dapat Insentif Besar, Ternyata Ini 3 Tujuan Utamanya

3 hari lalu

Prabowo: Tiap Motor Listrik Nasional yang Mengaspal adalah 3 Kemenangan Sekaligus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal