Motor Konversi Dapat Subsidi Rp10 Juta tapi Sepi Peminat, Ini Permasalahannya

Muhamad Fadli Ramadan
AISI mengungkapkan saat ini masyarakat yang melakukan konversi motor merupakan pehobi bukan pengguna harian. (Foto: iNews.id)

“Mungkin ya, saya hanya memandang dari sisi masyarakat sendiri ‘oh mesinnya nanti di-scrap (dihancurkan)’ di situ masih ada. Biayanya masih mahal menurut saya meskipun sudah diinsentifkan tapi prosesnya tidak mudah,” kata Hari.

Faktor lain adalah infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia belum memadai seperti kendaraan konvensional. Masyarakat masih meragukan daya tempuh dan waktu pengisian baterai yang cukup lama.

“Tempatnya terbatas. Problemnya sama persis dengan EV yang baru. Adoption-nya harus bisa memberikan itu tadi, bisa dipakai kapan saja dan kemana saja,” ucap Hari.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Motor
7 hari lalu

Yadea Ancang-Ancang Luncurkan Motor Listrik Berjarak Tempuh 150 Km

Motor
8 hari lalu

Mudik Pakai Motor Listrik, Ini 4 Hal Penting Harus Diperhatikan agar Aman sampai Kampung Halaman

Motor
10 hari lalu

Tinggalkan Motor Listrik Mudik Lebaran? Perhatikan 6 Hal Penting Ini Agar Tetap Aman

Nasional
16 hari lalu

Prabowo Ingin Percepat Konversi 120 Juta Motor Bensin Jadi Listrik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal