INRAPEX dan Penguatan Pengawasan Barang Beredar dan Jasa di Indonesia

Agus Warsudi
Workshop dengan topik Skema INRAPEX digelar Ditjen PKTN Kemendag sebelum meluncurkan website INRAPEX untuk memperkuat pengawasan barang dan jasa. (FOTO: Humas Ditjen PKTN)

Para peserta workshop tersebut nantinya dapat menyampaikan masukan terhadap rencana pembuatan website INRAPEX dengan memanfaatkan informasi tentang RAPEX di Uni Eropa sebagai role model. 

Program kerja sama Indonesia–Uni Eropa melalui Proyek Hibah ARISE+ Indonesia ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas lembaga pemerintah dan pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan daya saing sektor perdagangan dan investasi Indonesia.

Proyek hibah ini berjangka waktu 5 tahun sejak 2019 sampai 2023, yang terbagi ke dalam empat area prioritas, yaitu, kebijakan investasi dan perdagangan, fasilitasi perdagangan, infrastruktur mutu ekspor dan indikasi geografis.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
5 tahun lalu

Perkuat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa di Indonesia, Ditjen PKTN Buat Website INRAPEX

5 tahun lalu

Lindungi Data Pribadi Konsumen, Ditjen PKTN Tertibkan Jasa Cetak Kartu Vaksin di Marketplace

17 hari lalu

KPK OTT Bupati Klaten Diduga terkait Suap BPK hingga Pengadaan Barang dan Jasa

4 bulan lalu

Kasus Oli Palsu di Kalbar Dilimpahkan ke Kejaksaan, Tersangka Segera Diadili

1 tahun lalu

Kejari Bandung Periksa 40 Saksi, Kasus Korupsi di Anak Usaha BUMD Jabar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal