Santri dan Ulama Demo di DPRD Cianjur, Desak Buat Perda Larangan LGBT

iNews TV
Massa santri dan ulama melakukan aksi demo menolak LGBT di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (6/8/2026). (Foto: iNews)

CIANJUR, iNews.id – Ratusan massa aksi dari gabungan pondok pesantren, organisasi keagamaan, ulama, habaib, hingga santri menduduki Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (6/8/2026) sore.

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk keprihatinan atas maraknya kasus Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) serta perilaku seks menyimpang yang dinilai makin meresahkan di wilayah Kota Santri. 

Usai menggelar orasi di depan gedung dewan, ratusan massa berbondong-bondong memasuki gedung parlemen dan menduduki kursi para anggota dewan di ruang paripurna. Para pimpinan pesantren dan tokoh agama menyuarakan tuntutan agar DPRD Kabupaten Cianjur segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan aktivitas LGBT.

Mereka menilai keberadaan pelaku seks menyimpang sangat bertolak belakang dengan identitas Cianjur yang dikenal luas sebagai Kota Santri.

Selain mendesak pembentukan Perda, massa aksi juga menyoroti maraknya tempat hiburan malam yang disinyalir menjadi titik kumpul para pelaku seks menyimpang tanpa adanya tindakan tegas dari pihak berwenang.

Kondisi tersebut berdampak serius pada kesehatan masyarakat, di mana sejumlah pelajar di Kabupaten Cianjur dilaporkan terdeteksi positif HIV akibat perilaku seks berisiko.

"Maraknya fenomena ini sungguh meresahkan dan mengancam generasi muda, termasuk pelajar. Kami menuntut pemerintah daerah dan DPRD membuat langkah nyata berupa Perda penolakan LGBT agar Kota Santri ini terjaga dari maksiat," tegas salah seorang tokoh ulama Cianjur, Habib Hud Alaydrus.

Menanggapi kedatangan dan tuntutan ratusan massa aksi, pimpinan DPRD Kabupaten Cianjur menyambut langsung perwakilan pengunjuk rasa di ruang rapat paripurna.

Wakil Ketua III DPRD Cianjur, Lepi Ali Firmansyah menegaskan, lembaga legislatif menampung seluruh poin aspirasi yang disampaikan oleh para ulama dan santri.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Kemenag Targetkan Materi Pencegahan Budaya LGBT Rampung Pertengahan Agustus

2 bulan lalu

Tabrakkan Mobil ke Parade LGBT di Berlin Jerman, Pelaku Ditembak Mati

13 hari lalu

Berkas Lengkap, Tersangka Anak Kasus Kebakaran Ponpes NTB Tewaskan Santri Segera Diadili

15 hari lalu

Kebakaran Pesantren Al Falakiyah Bogor, Puluhan Santri Sesak Napas Dilarikan ke RS

19 hari lalu

Kasus Santri Keracunan MBG di Sidoarjo, BGN Periksa Pengelola SPPG Kalitengah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal