Seluruh hasil bumi yang tersusun di dua gunungan habis diperebutkan dalam waktu singkat. Warga yang tidak berhasil mengambil langsung dari gunungan memilih memunguti buah-buahan yang jatuh dan berserakan di tanah.
Salah seorang warga, Sri Sumarni, mengaku sempat terjatuh dan terjepit saat berusaha mengambil hasil bumi. Namun, dia tetap melanjutkan usahanya untuk memperoleh buah-buahan yang akan dibawa pulang.
“Sempat jatuh kejepit juga tapi tidak merasa sakit. Dan saya nekat untuk ikut berebut meski susah payah bangun di tengah kerumunan dan ini alhamdulilah dapat banyak untuk dibawa pulang,” ujar Sri Sumarni, Rabu (29/7/2026).
Pengalaman serupa dialami Marsinah, warga Kecamatan Penawangan. Dia menempuh perjalanan sekitar satu jam untuk mengikuti tradisi tahunan tersebut.
Kaki Marsinah sempat terkilir saat berada di tengah kerumunan. Dia kemudian memilih menonton dari luar arena dan tidak lagi mengikuti rebutan.