‘”Kaki saya sudah sakit jadi saya tidak berani lagi ikut rebutan dan milih nonton. Tapi tadi dikasih bapak-bapak yang melihat saya tidak dapat apa-apa. Pokoknya seneng aja,” katanya.
Selain gunungan hasil bumi, ratusan warga juga memadati bagian luar kompleks Makam Ki Ageng Jaka Tarub untuk mendapatkan nasi kuning berkah yang dibagikan panitia.
Warga menunggu di luar pagar agar prosesi doa di dalam makam tetap berlangsung khusyuk. Ratusan bungkus nasi kuning yang disiapkan panitia habis diperebutkan dalam waktu kurang dari 15 menit.
Sementara itu, prosesi doa bersama digelar di dalam kompleks makam. Kegiatan tersebut diikuti kerabat dan keluarga Keraton Surakarta serta didampingi juru kunci makam.
Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Adipati Dipokusumo menjelaskan tradisi tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan kepada Ki Ageng Jaka Tarub dan Dewi Nawang Wulan.