“Dalam rangka memperingsti haul leluhur dalem Ki Ageng Tarub Setiap tahun Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningratmenyampaikan beberapa utusan dan abon-abon untuk nyekar sekaligus doa kepada Ki Ageng Tarub yang menurunkan dinasti Mataram termasuk Kraton Surakarta,” ujar KGPH Dipokusumo.
Dia mengatakan haul tersebut juga menjadi sarana mengingat sejarah leluhur yang berkaitan dengan berkembangnya kerajaan Islam di Pulau Jawa.
“Tujuan haul ini untuk mengingat asal usul para leluhur yangberkaitan dengan nilai sejarah. Dan di Kraton Surakarta masih ada peninggalannya yakni sebuah dandang yang digunakan untuk masak setiap delapan tahun sekali tepatnya bulan Maulud,” katanya.
Setelah berziarah di Makam Ki Ageng Jaka Tarub, rombongan keluarga Keraton Surakarta melanjutkan doa ke Makam Ki Ageng Bondan Kejawan yang berada di sisi selatan kompleks makam.