Pandemi Covid, Emak-emak di Banyumas Bikin Batik Ecoprint Beromzet Belasan Juta Rupiah

Saladin Ayyubi
Proses pembuatan batik ecoprint yang dilakukan oleh ibu-ibu di Banyumas.(iNews/Saladin Ayyubi)

BANYUMAS, iNews.id – Pandemi Covid-19 tak menyurutkan semangat ibu-ibu di Banyumas mencari peluang usaha.  Salah satunya dengan memanfaatkan daun-daunan di sekitar rumah yang ternyata bisa menghasilkan uang dengan omzet belasan juta per bulan.

Ibu-ibu perajin membuat kerajinan batik ecoprint dengan bahan daun-daunan dan kain sutra, kulit binatang dengan pewarna kayu hutan. Hasilnya, ecoprint ini dijual hingga ke luar Jawa dengan harga bersaing. 

Mereka memanfaatkan daun-daun di depan rumah seperti daun pohon lanang, daun singkong, daun bunga Kamboja hingga rumput-rumput liar sebagai bahan baku kerajinan batik ecoprint.

Batik ecoprint sendiri adalah teknik pewarnaan alam dengan memanfaatkan getah dedaunan untuk mencetak motif dari daun itu sendiri pada sebuah kain.

Pembuatan batik ecoprint ini  terbilang cukup rumit dan lama serta dibutuhkan sentuhan rasa seni agar hasil cetak ecoprint bisa bernilai etnik.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
6 hari lalu

BULOG Percepat Pengiriman 10 Ribu Ton Jagung ke Jawa, Dirut Tinjau Langsung Pemuatan Kapal di Makassar

1 bulan lalu

Suami jadi Korban KM Virgo Transport 8, Ibu 3 Anak asal Banyumas Ungkap Pesan Terakhir

2 bulan lalu

Viral Pelajar Banyumas Tewas Dilempar Balok Kayu gegara Knalpot Brong, Polisi Bongkar Makam

2 bulan lalu

Makam Pelajar 14 Tahun di Banyumas Dibongkar Polisi, Diduga Kematian akibat Kekerasan

2 bulan lalu

Pengacara Sutrimo Sambangi Rumah Eks Jampidsus Febri Ardiansyah, Ini yang Dicari

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal