Pandemi Covid, Emak-emak di Banyumas Bikin Batik Ecoprint Beromzet Belasan Juta Rupiah

Saladin Ayyubi
Proses pembuatan batik ecoprint yang dilakukan oleh ibu-ibu di Banyumas.(iNews/Saladin Ayyubi)

Sementara para perajin batik ecoprint  mengaku jika usaha yang mereka bangun kini bisa memperoleh omset kurang lebih Rp15 juta per bulannya. “Dari hasil ini saya bisa memperkerjakan para tetangga yang membutuhkan pekerjaan,” Yuliastuti, perajin ecoprint asal Purwokerto.

Karya-karya batik ecoprint ini juga disukai karena hasil karya batik ecoprint yang etnik dan halus dan mempunyai nilai lebih.  Tidak hanya kain sutra, karya batik ecoprint ini juga berbentuk tas, sepatu, payung hingga kerajinan topi dan dompet.

“Selain berbahan pewarna dan bermotif natural, hasil karya batik ecoprint ini juga tergolong sangat awet dan tahan lama,” katanya. 

Dia mengatakan, pewarna  dan motif alami ini justru membuat karya ecoprint ini menjadi berbeda dari karya-karya umumnya. “Untuk harga dijual dari  Rp150.000 hingga jutaan rupiah, tergantung kain dan motifnya,” ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
16 jam lalu

Simpang Siur Kematian Sutrimo Eks Orang Dekat Jampidsus, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

1 hari lalu

Makam Sutrimo Orang Dekat Febrie di Banyumas Dijaga Ketat Polisi Jelang Ekshumasi

2 hari lalu

Misteri Kematian Sutrimo Orang Dekat Eks Jampidsus, Keluarga Ungkap Sejumlah Kejanggalan

3 hari lalu

Tragis! 3 Anak Tenggelam di Sungai Serayu Banyumas, 2 Orang Tewas 1 Selamat

5 hari lalu

Kemarau Panjang, Warga Banyumas Gali Kubangan di Pinggir Sungai untuk Dapatkan Air Bersih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal