Pandemi Covid, Emak-emak di Banyumas Bikin Batik Ecoprint Beromzet Belasan Juta Rupiah

Saladin Ayyubi
Proses pembuatan batik ecoprint yang dilakukan oleh ibu-ibu di Banyumas.(iNews/Saladin Ayyubi)

Sementara para perajin batik ecoprint  mengaku jika usaha yang mereka bangun kini bisa memperoleh omset kurang lebih Rp15 juta per bulannya. “Dari hasil ini saya bisa memperkerjakan para tetangga yang membutuhkan pekerjaan,” Yuliastuti, perajin ecoprint asal Purwokerto.

Karya-karya batik ecoprint ini juga disukai karena hasil karya batik ecoprint yang etnik dan halus dan mempunyai nilai lebih.  Tidak hanya kain sutra, karya batik ecoprint ini juga berbentuk tas, sepatu, payung hingga kerajinan topi dan dompet.

“Selain berbahan pewarna dan bermotif natural, hasil karya batik ecoprint ini juga tergolong sangat awet dan tahan lama,” katanya. 

Dia mengatakan, pewarna  dan motif alami ini justru membuat karya ecoprint ini menjadi berbeda dari karya-karya umumnya. “Untuk harga dijual dari  Rp150.000 hingga jutaan rupiah, tergantung kain dan motifnya,” ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
6 hari lalu

BULOG Percepat Pengiriman 10 Ribu Ton Jagung ke Jawa, Dirut Tinjau Langsung Pemuatan Kapal di Makassar

1 bulan lalu

Suami jadi Korban KM Virgo Transport 8, Ibu 3 Anak asal Banyumas Ungkap Pesan Terakhir

2 bulan lalu

Viral Pelajar Banyumas Tewas Dilempar Balok Kayu gegara Knalpot Brong, Polisi Bongkar Makam

2 bulan lalu

Makam Pelajar 14 Tahun di Banyumas Dibongkar Polisi, Diduga Kematian akibat Kekerasan

2 bulan lalu

Pengacara Sutrimo Sambangi Rumah Eks Jampidsus Febri Ardiansyah, Ini yang Dicari

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal