Pandemi Covid, Emak-emak di Banyumas Bikin Batik Ecoprint Beromzet Belasan Juta Rupiah

Saladin Ayyubi
Proses pembuatan batik ecoprint yang dilakukan oleh ibu-ibu di Banyumas.(iNews/Saladin Ayyubi)

Daun-daun pilihan yang sudah dipetik ini biasanya langsung ditata di atas selembar kain sutra.  Cara penataan daun-daun ini tentunya memerlukan keahlian khusus agar tertata sesuai motif etnik yang dikehendaki.

Setelah daun tertata di atas selembar kain, kemudian kain ini digulung dengan dilapisi selembar plastik. Setelah dilipat, kain ini barulah direbus kurang lebih tiga jam.

Nah, dalam perebusan ini menggunakan pewarna dari kayu-kayu pilihan yang disesuaikan dengan keinginan warna motif yang ditampilkan.

“Setelah kain direbus, kain ini digelar dan diambil kembali daun-daunan yang menempel dikain barulah terlihat hasil motif ecoprint di kain ini, indah bukan,” kata Pembina Ibu Niaga Banyumas, Erna Husein, Kamis (9/9/2021).

“Batik ecoprint dijual melalui media online hingga bisa ke beberapa pulau di luar pulau Jawa. Pemerintah setempat berjanji akan terus mendorong usaha ibu-ibu perajin batik ecoprint ini agar terus bisa dipasarkan dan dibina agar berkembang, karena hasil karya mereka tergolong mampu bersaing,” katanya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kemarau Meluas, Bali dan Nusa Tenggara Alami Hari Tanpa Hujan

57 tahun lalu

Gedung SMAN 1 Purwokerto Rusak Parah, Atap Ambruk hingga Tembok Retak

57 tahun lalu

Polisi Ungkap Motif Sekuriti Bunuh Nenek dan Wanita Selingkuhan di Banyumas

57 tahun lalu

Terungkap! Nenek dan Wanita Muda di Banyumas Tewas Dibunuh Sekuriti Pakai Martil

57 tahun lalu

Kronologi Nenek dan Wanita Muda Tewas Mengenaskan di Banyumas, Cucu Kabur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal