PATI, iNews.id – Kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati kembali menggemparkan Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Ratusan warga yang geram menggeruduk dan menyegel paksa pondok pesantren di Desa Talun, Kecamatan Kayen, usai ulah bejat pimpinan ponpes berinisial MKA terbongkar.
Aksi penggerudukan massa tersebut sempat viral di media sosial setelah warga meluapkan amarahnya atas dugaan kekerasan seksual yang menimpa santri di lembaga pendidikan agama tersebut.
Guna menghindari amukan warga yang kian memuncak, terduga pelaku MKA sempat mendatangi Mapolsek Kayen untuk menyerahkan diri sekaligus meminta perlindungan keamanan.
Melihat eskalasi massa, petugas kepolisian langsung mengevakuasi oknum kiai tersebut menuju Mapolresta Pati guna menjalani pemeriksaan intensif oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).
Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian mengungkapkan, hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui telah mencabuli salah satu santriwatinya berkali-kali.
"Modus pelaku yakni memberikan sejumlah uang kepada korban. Korban kemudian diajak masuk ke dalam kamar pelaku lalu diraba bagian sensitifnya. Pelaku mengakui sudah melakukan aksi bejat tersebut sebanyak 8 kali kepada korban yang sama," kata Kompol Dika Hadian, Jumat (11/9/2026).
Meski saat ini baru satu korban yang berani melapor secara resmi, pihak kepolisian mengindikasikan adanya potensi korban-korban lain yang belum berani bersuara lantaran takut atau berada di bawah tekanan. Jumlah korban diduga bisa mencapai puluhan orang.