Petani Keberatan Dipaksa Beli Pupuk Bersubsidi di KPL, Bupati Blora Surati Pemerintah Pusat

Heri Purnomo
Polisi mendatangi kios pupuk usai diegruduk petani di Desa Tempellemahbang, Jepon, Blora. (iNews/Heri Purnowo)

Terpisah, Agus Nugroho selaku petugas penjualan daerah (PPD) di Petrokimia sepakat dengan bupati Blora. Ia juga melarang KPL memaksa petani membei intil-intil. 

"Saya juga melarang KPL memaksa petani membeli intil - intil. Kalau menawarkan dna petani mau membeli itu kan tidak masalah. Artinya secara hukum jual beli sah, " kata Agus, Minggu (31/1/2021)

Pihaknya juga akan menindak tegas jika ada kios yang nakal. Yang terbukti menjual pupuk subsidi di atas HET.  "Saya sudah buktikan kios di Blora yang dulu jumlahnya enam ratusan, sekarang hanya sisa dua ratusan. Dan saya siap jadi saksi di pengadilan jika terbukti kios itu nakal, " katanya.

Menurut dia, permasalahan pupuk itu bukan hanya di petani dan kios saja. Kebijakan pemerintah juga harus sinkron dengan yang di lapangan. 

Bahkan sekarang ini pemerintah juga mengurangi jumlah alokasi pupuk bersubsidi. Dulu lahan satu hektar bisa dapat empat zak sekarang hanya dua zak. Belum lagi permasalahan data kartu tani ada yang eror maupun tidak bisa digunkan lupa PIN-nya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
7 hari lalu

2 Petani di Kendal Duel Maut Pakai Tangan Kosong gegara Asmara, 1 Orang Tewas

18 hari lalu

Masa Sulit Perajin Bata di Blora di Tengah Kemarau Ekstrem, Tempuh 2 Km untuk Dapatkan Air

23 hari lalu

Buaya Berkeliaran di Sawah Warga Wajo, Petani Nyaris Injak Langsung Loncat

1 bulan lalu

Rebutan Air Irigasi Sawah, Petani di Sragen Tewas Ditikam Tetangga

1 bulan lalu

Ditusuk Tetangga saat Jogging, Kakek 65 Tahun di Sragen Tewas Mengenaskan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal