“Waktu anak saya dibawa, istri saya panik suruh cepat-cepat bawa ke rumah sakit tapi feeling saya sudah gak ada. Pas mau dibawa ke rumah sakit baru ketahuan ada lebam. Pas istri saya usap di kepala, kepalanya benjol. Lalu ada darah kering di ubun-ubun,” katanya, Kamis (10/9/2026).
“Saya menangis sebagai orang tua, gak tega,” katanya.
Atas temuan tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Satreskrim PPA dan PPO Polresta Banyumas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi serta olah tempat kejadian perkara.
Kanit 3 Satres PPA dan PPO Polresta Banyumas Iptu Sigit Harmoko mengatakan, penyidik menemukan adanya dugaan kekerasan terhadap korban.
“Kami sudah periksa saksi dan didapat kesimpulan peristiwa korban mendapat kekerasan, pemukulan dengan balok kayu,” ujarnya.
Polisi kemudian menetapkan seorang pria berinisial RM sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
“Karena ada informasi korban meninggal akibat kekerasan, kami lakukan penyelidikan dan menetapkan satu tersangka,” katanya.
Jenazah korban kemudian menjalani proses autopsi oleh tim medis. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi penyidik untuk memastikan apakah luka akibat dugaan pemukulan balok kayu menjadi penyebab kematian korban.