Dalam pemeriksaan terhadap tenaga harian lepas dishub, muncul nama seorang personel Satpol PP Surabaya yang diduga ikut terlibat.
Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP Surabaya Irna Pawanti mengatakan kedua oknum tersebut saling mengenal ketika menjalankan penugasan bersama. Personel Satpol PP saat itu bertugas menjaga ketertiban di sekitar lampu lalu lintas, sedangkan petugas dishub menangani arus lalu lintas.
Menurut Irna, perkara bermula ketika korban yang merupakan teman sekolah tenaga harian lepas dishub menyampaikan keinginannya bekerja di Dishub Surabaya.
Permintaan tersebut kemudian diteruskan kepada personel Satpol PP. Personel itu disebut menyanggupi membantu korban agar bisa diterima bekerja.
“Pelapor merupakan teman sekolahnya. Dia meminta bantuan karena ingin masuk Dishub Surabaya. Kemudian disampaikan kepada personel Satpol PP bahwa temannya ingin masuk Dishub dan meminta bantuan untuk bisa diterima. Kemudian yang bersangkutan menyanggupi,” katanya.