Ketika Kesultanan Mataram dan Banten Saling Berkirim Hadiah Usai Peperangan Sengit

Avirista Midaada
Kerajaan Mataram Islam dan Banten akhirnya memulai perundingan damai usai peperangan (Ilustrasi prajurit Kerajaan Mataram)

Dua bulan kemudian di Banten tiba dengan tiga perahu sebuah utusan dari Mataram yang diberitakan dikirim oleh putra mahkota. Di informasi itu pula terkadang dikatakan dikirim oleh ayahnya, sebagaimana catatan utusan Belanda bernama Daghregister, pada 12 Oktober 1659.

Tujuh ekor kuda disertai sepucuk surat yang disampaikan ketika itu. Surat itu memuat sebuah gugatan ke Banten, beberapa perahu Mataram selama perang disita orang-orang Kiai Aria, awaknya ditangkap dan dijual. Residen Belanda pun menerima seekor kuda. 

Gugatan Mataram dibalas dengan gugatan pula pada waktu yang bersamaan orang Demak telah menyita beberapa perahu Kiai Aria. Demikianlah mereka berhadap-hadapan tanpa mau mundur selangkah pun.

Konon untuk membalas hadiah dari Mataram itu, Sultan Banten mengirimkan beberapa "gom" (gong) ke Mataram, tetapi keberangkatannya ke Pontang untuk dikirimkan ke Mataram tidak diiringi sikap yang ramah. Hal itulah yang membuat sementara waktu utusan-utusan Mataram harus menunggu jawaban

Baru pada pertengahan bulan November tahun 1659 para utusan boleh berpamitan dengan sehelai surat jalan untuk pulang kembali melalui Batavia ke Mataram. Disetujui bahwa Kiai Aria akan membayar 500 rial, dan orang-orang yang bersangkutan lainnya juga akan membayar jumlah yang sama. 

Setelah itu tidak banyak lagi kelihatan timbulnya pertikaian besar antara Banten dan Mataram. Sebaliknya, De Graaf menemukan usaha sampai dua kali percobaan dari putra mahkota Mataram untuk lebih mendekati negara tetangga.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Amangkurat I Bangun Istana Megah Kerajaan Mataram, Dikelilingi Danau Buatan

57 tahun lalu

Kisah Sultan Amangkurat I Bangun Istana Plered yang Megah

57 tahun lalu

Kisah Tragis Ratu Nilakendra, Raja Pajajaran yang Lari ke Hutan saat Istana Diserbu Banten

57 tahun lalu

Keistimewaan Sultan Agung, Bisa Pergi Secepat Kilat Sujud di Makkah Setiap Jumat

57 tahun lalu

Akhir Keruntuhan VOC, dari Skandal Korupsi hingga Bangkrut Biayai Perang Lawan Mataram

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal