Pemuda di Banyuwangi Hilangkan Ketergantungan Napza dengan Terapi Musik

Andi Mohammad Ikhbal
Para pemuda di Desa Gitik latihan sebelum pentas di depan sanggar. (Foto: iNews.id/AM Ikhbal).

"Iya dulu saya pakai obat selama tiga tahun. Tidak ada rehabilitasi, hanya sibuk main musik saja," ujar pemuda berusia 22 tahun ini.

Mengapa bisa berhenti? Kata dia, lantaran sibuk menghafal not musik, sehingga rasa candu bisa dialihkan ke hal-hal lain. Motivasi lainnya, bila dapat panggilan, mereka dapat uang, sedangkan beli obat-obatan hanya buang-buang uang.

Sanggar Damar Kawitan Satrio Toto Sembodo diinisiasi oleh bekas pecandu narkotik, Mulyono (37). Dia berhasil sembuh juga karena mengalihkan rasa ketergantungannya lewat seni.

Mulyono, pemilik sanggar yang juga membantu remaja di desanya mengalihkan ketergantungan Napza. (Foto: iNews.id/AM Ikhbal).

"Makanya saya mau ajak adik-adik bekas pemakai ini untuk ikut berkreasi. Kalau saya dulu suka membuat kesenian barong, mereka lebih cocok untuk pentas," ujar Mulyono.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
18 jam lalu

Eks Tentara Rusia Diadili Kasus Racik Narkoba Rp43,8 Miliar di Villa Bali

7 hari lalu

Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Narkoba, Pria di Bangkalan Tega Aniaya Ibu Mertua

23 hari lalu

3 Pelaku Penyekapan Suami Istri di Sampang Ditangkap, Dipicu Utang Narkoba Rp300 Juta

25 hari lalu

1,3 Ton Obat Bius Diamankan di Perairan Bintan Kepri, 8 WNA Ditangkap

1 bulan lalu

Polda Riau Musnahkan Narkoba Rp69,7 Miliar, 24 Orang Jaringan Internasional Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal