"Fakta bahwa saya tidak tahu-menahu soal laporan tersebut bisa diverifikasi langsung ke pihak kepolisian maupun kuasa hukum suami saya saat itu," kata Marta.
Dia mengaku saat ini kondisinya sangat shock dan hancur secara mental. Di satu sisi ia harus menerima kenyataan pahit atas pengkhianatan bahtera rumah tangganya, dan di sisi lain ia dihadapkan pada kejahatan luar biasa yang menjerat suaminya.
Kendati berada dalam balutan perasaan kecewa dan marah yang amat mendalam, Marta memastikan dirinya akan bertindak kooperatif menyerahkan seluruh alat bukti serta membantu penyidik kepolisian dalam menuntaskan penanganan hukum kasus pembunuhan sadis tersebut.