"Dari segi layanan kesehatan berupa bed isolasi, di Malang Raya juga dalam kondisi yang sangat cukup," kata Gubernur perempuan pertama di Jatim itu.
Khofifah juga menegaskan pertimbangan memasuki masa transisi pasca-PSBB di Malang Raya dilihat dari komitmen ketiga pemda. Ketiganya dinilai siap melindungi dan melakukan screening pada populasi berisiko tinggi atau rentan terpapar Covid-19, seperti lansia dan yang memiliki penyakit komorbid.
“Untuk komitmen melindungi komunitas berisiko, dilakukan Malang Raya melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan, khususnya lansia dan pasien hipertensi serta diabetes. Ini menjadi komorbid paling berisiko jika penderitanya terpapar covid-19,” kata Gubernur Khofifah.
Pertimbangan lain, adanya komitmen kuat dari pemda untuk melakukan sosialisasi berkelanjutan pada masyarakat Malang Raya untuk terus menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Protokol kesehatan itu seperti menggunakan masker, physical distancing, dan melakukan pola hidup sehat.
Selain itu, pencegahan penyebaran Covid-19 di Malang Raya juga dilakukan dengan isolasi yang cepat. Tak hanya itu, gerakan komunitas Kampung Tangguh kini menjadi kunci dalam melawan penyebaran Covid-19 di Malang Raya. Kini, kampung tangguh di Malang Raya sudah mencapai 290 titik, tepatnya 200 kampung di Kabupaten Malang, 86 di Kota Malang, dan 4 di Kota Batu.