Meski upaya pemadaman terus dilakukan dengan melibatkan ratusan personel Satgas Karhutla, asap masih menyelimuti wilayah tersebut hampir sepanjang hari, baik siang maupun malam.
Di tengah kondisi udara yang masuk kategori berbahaya, masih ditemukan sejumlah warga yang beraktivitas di luar ruangan tanpa menggunakan masker, terutama pengendara sepeda motor. Sebagian warga mengaku tetap beraktivitas seperti biasa karena lupa membawa masker.
Yeyen, salah satu warga Sampit, mengaku merasakan dampak buruk akibat kepungan asap karhutla.
"Udaranya begitu memilukan. Asap di mana-mana, sampai batuk," ujar Yeyen, Jumat (11/9/2026).
Sementara warga lainnya, Sopiyan, memilih menggunakan masker karena khawatir terhadap kualitas udara yang buruk.