Secara umum, asap kebakaran lahan mengandung partikel halus yang dapat mengganggu kesehatan saluran pernapasan. Bayi dan anak-anak termasuk kelompok yang rentan terhadap dampak polusi udara.
Karena itu, upaya mencegah pembakaran lahan menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko pencemaran udara di kawasan permukiman.
Bagi kakek Sarno, kehilangan itu menyisakan harapan sederhana agar masyarakat tidak lagi membakar lahan dan lebih peduli terhadap kualitas udara. Dia ingin lingkungan tempat tinggal warga tetap aman, terutama bagi bayi dan anak-anak.